Selasa, 10 Oktober 2017

1.4 PROFESI DAN PROFESIONALISME


Profesi yang berasal dari kata serapan bahasa Inggris “Profess”. yang bermakna memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen.
profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidak profesi tersebut.

Karakteristik Profesi

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:
  •  Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar padapengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
  • Asosiasi professional
Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesitersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
  • Pendidikan yang ekstensif
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
  • Ujian kompetensi
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
  • Pelatihan institutional
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
  • Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
  • Otonomi kerja
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
  • Kode etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
  • Mengatur diri
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
  • Layanan publik dan altruism
Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
  • Status dan imbalan yang tinggi
Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional, dst.
Ada 4 ciri‐ciri profesionalisme:
  • Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yangbersangkutan dengan bidang tadi.
  • Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
  • Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
  • Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

Profesional itu adalah seseorang yang memiliki 3 hal pokok dalam dirinya
  1. Skill
  2. Knowledge
  3. Attitude


1.3 BASIS TEORI ETIKA

Basis Teori Etika
  • Etika Teleologi
Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu telos yang memiliki arti tujuan. Dalam hal mengukur baik buruknya suatu tindakan yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tidakan yang telah dilakukan. Dalam tori teleologi terdapat dua aliran, yaitu :
  1. Egoisme etisInti pandangan dari egoisme adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan diri sendiri
  2. Utilitarianisme berasal dari bahasa Latin yaitu utilis yang memiliki arti bermanfaat. Menurut toeri ini, suatu perbuatan memiliki arti baik jika membawa manfaat bagi seluruh masyarakat ( The greatest happiness of the greatest number ).
  •  Deontologi
Deontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu deon yang memiliki arti kewajiban. Jika terdapat pertanyaan “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak karena buruk?”. Maka Deontologi akan menjawab “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dank arena perbuatan kedua dilarang”. Pendekatan deontologi sudah diterima oleh agama dan merupakan salah satu teori etika yang penting.
  • Teori Hak
Dalam pemikiran moral saat ini, teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak ini merupaka suatu aspek dari teori deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia adalah sama. Oleh karena itu, hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
  •  Teori Keutamaan ( Virtue )
Dalam teori keutamaan memandang sikap atau akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh sifat yang dilandaskan oleh teori keutamaan yaitu kebijaksanaan, keadilan, suka bekerja keras dan hidup yang baik.


SUMBER 1      SUMBER 2




1.2 PRINSIP ETIKA

Prinsip prinsip etika

Ada enam prinsip dalam etika yang merupakan landasan penting untuk sifat tersebut. yaitu :
  • Prinsip Keindahan 
Mendasari segala sesuatu dengan rasa senang terhadap keindahan dengan menunjukkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Contoh : dalam berpakaian, berpenampilan, penataan ruangan, dsb.
  • Prinsip Persamaan
Persamaan terhadap hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya.
  • Prinsip Kebaikan
Perilaku seseorang untuk selalu berusaha berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain.
  • Prinsip Keadilan
Prinsip yang mendasari seseorang untuk bertindak adil dan tidak mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi hak orang lain.
  • Prinsip Kebebasan
Kebebasan setiap manusia yang mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri selama itu tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain dan harus diikuti dengan tanggung jawab
  •  Prinsip Kebenaran
Prinsip yang dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat dan bersifat logis/rasional.

SUMBER 1               SUMBER 2



1.1 PENGERTIAN ETIKA

Etika yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “ethukos”, yang berarti “timbul dari kebiasaan” .Etika yang dimulai dari kebiasaan manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam kegiatan sehari hari berupa penerapan tingkah laku seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. isi dari etika itu sendiri terdiri atas nilai atau kualitas mengenai standard an penilaian moral bagi manusia. etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam refleksi.

Etika berasal dari suatu sistem pergaulan di masyarakat sekitar yang saling terlibat satu sama lain agar mereka merasa senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengan dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak hak asasi umumnya.


Etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani bermasyarakat dan yang akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang kita perlukan dan tidak kita perlukan, yang bahwa diartikan etika dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita.

Selasa, 27 Juni 2017

RELATIVE CLAUSE


Clauses consisting of subject and verb. For adjective or explains a noun in a sentence. There are five types of connecting words used in this phrase, Who. Whom, Whose, Which, and That.

Subject
 Object
 Possessive
who
whom, who
whose
which
which
whose
that
that


Example :
as subject (see Clauses Sentences and Phrases)
•       Isn’t that the woman who lives across the road from you?
•       The police said the accident that happened last night was unavoidable
•       The newspaper reported that the tiger which killed its keeper has been put down.
As object of a clause (see Clauses, Sentences and Phrases)
•       Have you seen those people who we met on holiday?
•       You shouldn’t believe everything that you read in the newspaper.
•       The house that we rented in London was fully furnished.
•       The food was definitely the thing which I enjoyed most about our holiday.

We also use when with times and where with places to make it clear which time or place we are talking about:
•       England won the world cup in 1996. It was the year when we got married.
•       I remember my twentieth birthday. It was the day when the tsunami happened.
•       Do you remember the place where we caught the train?
•       Stratford-upon-Avon is the town where Shakespeare was born.
But we can leave out the word when:
•       England won the world cup in 1996. It was the year we got married.
•       I remember my twentieth birthday. It was the day the tsunami happened

We use who, whom, whose, and which (but not that) in relative clauses to tell us more about a person or thing.
As subject (see Clauses, Sentences and Phrases)
•       My uncle, who was born in Hong Kong, lived most of his life overseas.
•       I have just read Orwell’s 1984, which is one of the most frightening books ever written.
As object (see Clauses, Sentences and Phrases)
•       We saw the latest Harry Potter film, which we really enjoyed.
•       My favourite actor is Marlon Brando, who I saw in “On the Waterfront”.
We can use whom instead of who as object:
•       My favourite actor was Marlon Brando, whom I saw in “On the Waterfront”.

We often use quantifiers and numbers with relative pronouns:
many of whom - most of whom - one of which - none of whom
some of which - lots of whom - two of which - etc.
We can use them as subject, object or object of a preposition.
•       She has three brothers, two of whom are in the army.
•       I read three books last week, one of which I really enjoyed.
•       There were some good programmes on the radio, none of which I listened to.

We often use the relative pronoun which to say something about a clause:
•       He was usually late, which always annoyed his father.
•       We’ve missed our train, which means we may be late.


Sabtu, 15 April 2017

TESIS , ANTITESIS, DAN SINTESIS DALAM BAHASA INDONESIA

BAHASA INDONESIA
CONTOH 

TESIS

  • Kendaraan berbahan bakar gas dan listrik mengurangi pengedaran polusi udara.

ANTITESIS
  • Semakin banyaknya pengendara menggunakan kendaraan pribadi maka polusi udara yang dikeluarkan besar.
  • Pengendara kendaraan masih menggunakan kendaraan bahan bakar minyak.
  • Asap pabrik juga turut menyumbang polusi udara.
  • Faktor pengendara dalam merawat kendaraan dan menggunakan transportasi umum mengurangi asap polusi udara.

SINTESIS
  • Semakin banyak nya beredar kendaraan berbahan bakar gas dan listrik turut mengurangi peredaran polusi udara saat. ini tetapi masih banyak nya pengendara kendaraan menggunakan bahan bakar minyak dalam kegiatan transportasi sehari-hari sehingga polusi udara yang dikeluarkan cukup banyak. selain asap kendaraan itu sendiri, asap dan limbah pabrik turut menyumbang dalam melakukan polusi udara. untuk mengurangi polusi itu memerlukan kesadaran sendiri dari pengendara tersebut seperti merawat kendaraannya dan menggunakan transportasi umum berbasis massal yamg telah disediakan, sehingga mengurangi polusi udara saat ini.



Kamis, 30 Maret 2017

PENALARAN DALAM BAHASA INDONESIA

NPM : 26214476
Kelas : 3EB20

Penalaran yaitu proses berpikir yang dari mana hasil pengamatan indera yang menghasilkan sebuah kesimpulan. menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui yang disebut dengan menalar.
didalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi.

PROPOSISI
istilah yang digunakan kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. yang berartu kalimat harus dapat dipercaya atau dibuktikan kebenarannya. proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah
contoh
Beberapa perusahaan menggunakan metode garis lurus, saldo menurun, dan jumlah angka tahun dalam melakukan penyusutan aktiva tetapnya. ( benar )
Bangunan, mesin dan tanah adalah salah satu dari aktiva tetap. ( benar )
Akun hutang menambah akun kas. ( salah )
Laporan perubahan modal untuk mengetahui dan menghitung pendapatan dan biaya-biaya perusahaan. ( salah )

salah satu materi yang dijelaskan yaitu tentang penalaran deduktif yang berawal dari kesimpulan umum yang kebenarannya telah diketahui, dan berakhir pada suatu kesimpulan pribadi yang bersifat khusus. penalaran deduktif tersebut konsep dan teori merupakan kunci untuk memahami suatu gejala. penarikan kesimpulan secara deduktif ada dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung.


MENARIK KESIMPULAN SECARA LANGSUNG
Yang pada umumnya diawali dengan kata kata ‘semua’ , ‘sebagian’ , ‘tidak satupun’ ,  dan ‘tidak semua’.
contoh  :
semua S adalah P             ( premis )
semua P adalah S             ( simpulan )
contoh :
semua S adalah P                             ( premis )
tidak satupun S adalah tidak –P ( simpulan )
tidak satupun tidak P adalah S    ( simpulan )


MENARIK KESIMPULAN SECARA TIDAK  LANGSUNG
Penarikan yang diambil dari dua premis, premis pertama yang bersifat umum, sedangkan yang kedua adalah bersifat khusus. kriteria silogisme sebagai berikut :
Premis Umum : menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu ( A ) memiliki sifat atau hal tertentu ( B )
Premis Khusus : menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang ( C ) adalah golongan tertentu ( A )
Kesimpulan : menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang ( C ) memiliki sifat atau hal tersebut pada ( B ).
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B

Silogisme Kategorial , silogisme yang terdiri dari tiga proposisi
premis umum : premis mayor
premis khusus : premis minor
premis simpulan : premis kesimpulan
Silogisme Hipotesis, jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat antesenden, dan premis minornya konsekuen (sebab akibat).
Contoh :
Jika lampu menyala, ruang kelas menjadi terang
Lampu menyala
Jadi, ruang kelas menjadi terang.

Jika tanaman diberikan pupuk, maka akan tumbuh subur
Tanaman diberikan pupuk
Jadi, tumbuh subur.

Silogisme Alternatif, silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternative. proposisi alternative yaitu jika premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya, simpulannya akan menolak alternative yang lain.

Contoh
Anak – anak bermain bola atau bermain layangan di lapangan
Anak – anak bermain bola dilapangan
Jadi, anak – anak tidak bermain layangan dilapangan.

Yudi membeli sarapan nasi uduk atau nasi goring pagi hari
yudi membeli sarapan nasi uduk pagi hari
Jadi, yudi tidak membeli sarapan nasi goring pagi hari.

Entinem, terdiri hanya premis minor dan simpulan.
Contoh :
Semua mobil adalah kendaraan yang mahal
Mobil Marcedes adalah mobil mewah
Jadi, Marcedes adalah kendaraan yang mahal

Entinem : Mobil Marcedes adalah kendaraan yang mahal karena mobil yang mewah.

Semua peserta olimpiade adalah atlet yang berprestasi
Ali adalah seorang atlet badminton
Jadi, Ali adalah atlet yang berprestasi.

Entinem : Ali adalah peserta olimpiade yang berprestasi karena dia adalah atlet badminton.